Letter to Aksara

Jurnal Api: Ngabuburide Bareng Aksara

Kemarin 8 April dan hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi keluarga kecil kami. Kami memutuskan untuk berbuka puasa di luar rumah.

Pertama, saya akan cerita tentang 8 April lalu, hari itu Iza sudah berencana untuk memasak ayam panggang–dipanggang menggunakan teflon kecil yang diolesi dengan mentega. Selain ayam panggang, ada juga tahu dan tempe yang sudah dikukus dengan bumbu kuning, tinggal digoreng saja ketika ingin disantap.

Namun, di hari itu, Aksara sedang usil-usilnya dengan membuat beberapa makanan tumpah berserakan ke lantai. Tak hanya berhenti di makanan, minyak rambut dan parfum ia tumpahkan ke lantai sambil tertawa tanpa rasa bersalah.

Karena rentetan peristiwa itu pula, Iza merasa begitu letih karena harus membersihkan kekacauan tersebut sendirian dan kemudian harus dilanjut dengan mengajar les sempoa di rumah. Setelah saya sampai rumah, Iza kemudian memutuskan untuk mengajak saya berbuka di luar saja. Tapi tidak tahu mau berbuka di mana.

Setelah bersih-bersih rumah dan berkemas, kami pun keluar rumah menaiki sepeda motor. Iza kemudian mengusulkan untuk pergi ke alun-alun. Menunggu berbuka puasa dan salat maghrib di Masjid Agung Sidoarjo.

Sesampainya di sana, sepeda motor saya parkirkan di dalam alun-alun. Kami kemudian berjalan menyeberang ke masjid. Tepat setelah melewati pagar pintu masuk, saya cukup terkejut karena halaman masjid yang dulunya sebagian masih terdapat rerumputan sekarang sudah ditutup lantai di seluruh bagian halaman masjid.

Memang, terakhir kali saya salat di masjid ini, mungkin sekitar 2 tahun lalu–ketika Aksara masih berada di dalam kandungan Iza.

Setelah salat, ternyata kami berdua mendapatkan jatah nasi bungkus dari masjid. Sebenarnya, kami memang tidak mengharapkan nasi bungkus ini. kami berencana berbuka dengan makan nasi padang di warung sekitar alun-alun.

BACA JUGA: Menepi di Pintu Langit

Namun, saya juga kalau tidak diterima. Uang buat makan nasi padang bisa kami alihkan untuk membeli jajan atau bermain di alun-alun yang tengah menggelar acara Kampung Ramadhan.

Setelah selesai menyantap nasi bungkus tersebut, kami kemudian berjalan ke arah alun-alun. Tampak lapak-lapak jajanan, pernak-pernik ramadhan, dan beberapa lapak sponsor berjejer rapi mengitari jalanan setapak di dalam alun-alun.

Mata kami sedari awal ketika memarkirkan sepeda motor langsung tertuju kepada bianglala yang ada di dalam alun-alun. Dari rasa penasaran tersebut, kami kemudian langsung berjalan mengarah ke bianglala tersebut. Tiketnya cukup murah, seharga 10 ribu untuk 1 orang dewasa.

Sedangkan anak-anak–entah ini batas usianya sampai berapa, karena tidak ada papan pengumuman yang jelas dan hanya berdasarkan penilaian subjektif si penjual tiket–tidak dikenakan biaya sama sekali. Kami pun memutuskan membeli tiket berdua, untuk saya dan Iza.

Setelah naik, bianglala tersebut perlahan memutar secara vertikal. Temponya perlahan kemudian terasa begitu cepat. Saya yang sudah lama tidak menaiki bianglala cukup khawatir dan takut, ditambah bunyi-bunyian yang keluar dari gesekan antar besi yang bergoyang.

Aksara pun yang merasakan saya khawatir dan takut akhirnya menangis. Ia kemudian berpindah pangkuan di kaki Iza.

Setelah 10 kali putaran, bianglala tersebut dihentikan oleh petugas dan mempersilakan kami untuk keluar. Setelah dari sana, kami memilih untuk duduk-duduk di lapangan beralaskan rumput hijau di depan panggung Kampung Ramadhan. Di sana Aksara mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan Doraemon.

Beberapa waktu berselang, saya yang keburu sakit perut akhirnya harus berlari ke toilet. Iza yang menunggu di lapangan kemudian berjalan ke arah lapak janan untuk membeli takoyaki seharga 20 ribu–dengan isi cumi-cumi.

Ketika saya kembali ke lapangan tersebut, kami kemudian memutuskan untuk langsung pulang karena sudah merasa cukup letih.

Di momen ini, sempat-sempatnya saya lupa menaruh kunci sepeda motor. Ternyata kunci tersebut jatuh di dalam helm yang saya letakkan di bagian bawah stir. Untung saja tidak raib diambil orang. Memang saya orang yang sangat teledor dalam beberapa kasus.

Cerita kedua, dimulai dari sore ini. Rencana buka bersama memang sudah didiskusikan beberapa hari sebelumnya oleh Iza, Desi, dan Indi. Desi kemudian menentukan buka bersama tersebut pada hari ini yaitu 10 April.

Mereka kemudian sepakat memilih salah satu tempat makan yang cukup terkenal di Sidoarjo, rumah makan tersebut adalah Warung Oemik Ika Ganjarane Hidayah yang terletak di Jati, Sidoarjo.

Di sana kami memesan bebek goreng kremes (Iza), bebek goreng sambel ijo (saya), iga bakar (Dicky), dan terakhir sop daging (Desi dan Indi). Porsinya yang banyak dan masakan yang enak membuat kami sangat menikmati buka bersama di rumah makan tersebut. Aksara ikut makan bersama Iza.

Harganya yang tergolong murah untuk ukuran rumah makan, sangat saya rekomendasikan untuk kalangan kelas menengah ke bawah. Apalagi nasi dan minumannya–saat itu kami pesan es teh dalam 1 teko besar–bisa isi ulang tanpa biaya tambahan. Menarik bukan kawan-kawan proletar?

Setelah selesai berbuka puasa dan salat maghrib di sana, kami kemudian bergerak menuju arah Kampung Ramadhan. Kami kembali ke sana karena ingin menikmati malam sambil bermain di lapangan alun-alun. Kami membeli beberapa jajan untuk dinikmati di sana.

Aksara yang begitu antusias berjalan ke sana kemari dan tertawa. Ia kemudian menunjuk patung kuda, dalam hatinya mungkin ia ingin naik di atas punggungnya. Saya kemudian menggendongnya, sembari memperagakan bagaimana ketika menaiki kuda sungguhan, kami pun tertawa bersama.

Mungkin sekitar 1 jam kami menghabiskan waktu di sana, badan yang sudah sangat letih ditambah Dicky yang harus berangkat kerja di shift malam. Akhirnya kami sepakat pulang dan mengakhiri jalan-jalan kami.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s