Letter to Aksara

Jurnal Api: Panjang Umur Semua Hal Baik

Salah satu yang paling menyenangkan di bulan Ramadan adalah berbuka bersama dengan keluarga besar. Setelah lama tidak berjumpa dan bertegur sapa rasanya begitu menyenangkan bisa melihat mereka tetap dalam keadaan sehat.

Kemarin, 18 April, menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya, Iza, dan Aksara. Ramadan tahun ini adalah kali pertama Aksara paham dan merasakan buka bersama bersama keluarga besarnya. Jika Ramadan kemarin Aksara masih berusia 5 bulan, Ramadan kali ini Aksara telah berusia 16 bulan. Usia yang sudah cukup mengerti ketika bersua dengan saudara-saudaranya.

Sore itu, kami berangkat bersama-sama menggunakan mobil milik kakek Aksara. Di mobil tersebut diisi oleh keponakan-keponakan saya dan Iza. Ada Yasmin, Evan, Ica, dan Nina. Mereka tampak begitu antusias dan tidak sabar untuk segera sampai ke rumah makan tempat kami berbuka.

Rumah makan itu adalah rumah makan yang sempat saya, Iza, dan Aksara kunjungi beberapa hari sebelumnya yaitu Warung Oemik Ika Ganjarane Hidayah yang terletak di Jadi, Sidoarjo. Tempat ini memang sengaja Iza rekomendasikan ke kakek Aksara yang tengah memilih-milih tempat untuk berbuka bersama.

Tempatnya yang nyaman, bersih, dan luas menjadi salah satu alasan kenapa kami ingin kembali lagi ke sana. Alasan lainnya yang tak kalah penting adalah masakan yang disajikan tergolong murah dengan rasa yang ciamik soro untuk kalangan kelas pekerja.

Ketika sampai di sana, kami yang mengendarai mobil datang lebih dulu daripada yang lain. Jalanan yang cukup macet ketika sore itu menjadi salah satu penyebab kenapa beberapa keluarga datang terlambat. Setelah sampai, kami kemudian bergegas menuju rumah makan yang sudah di pesan oleh Iza. Kami duduk di sana sembari menunggu makanan yang mulai datang satu per satu ke meja kami.

Pelayanan di rumah makan memang terkenal sat set sat set, makanan yang dipesan untuk berbuka puasa rata-rata sudah tiba ketika azan magrib belum berkumandang. Di sela-sela waktu kami menunggu, satu per satu saudara mulai datang. Pertama ada nenek Aksara, Nurma, Salsa, Mbak Novi, dan dua anaknya Zahra dan Zio. Mereka membawa bungkusan berisi sempol—sempolan atau sempol adalah sejenis gorengan yang terbuat dari tepung tapioka. Nama sempol diambil dari tempat jajanan ini berasal yaitu desa Sempol di wilayah Pagak, Malang, Jawa Timur.

BACA JUGA: Ngabuburide Bareng Aksara

Berikutnya ada Mbak Vivi, Mas Erwin, dan anak mereka Fahri. Mereka membawa jajanan dari rumah yang dimasukkan ke dalam tempat makan berbahan plastik. Tak berselang lama ada Mbak Ning, Cak Farid, dan anak mereka Afkar. Kemudian kakek Aksara datang, tepat beberapa menit sebelum azan magrib berkumandang.

Setelah azan magrib berkumandang, kami bergegas untuk membatalkan puasa dengan meneguk es teh dan teh hangat yang sudah kami pesan. Beberapa gorengan kami santap untuk menemani minuman tadi. Beberapa orang kemudian memutuskan untuk salat magrib terlebih dahulu. Sedangkan yang lain memilih untuk langsung menyantap hidangan buka puasa.

Beberapa menit setelah azan magrib berkumandang, Mbak Yanti, Cak Im, dan anak mereka Vano dan Alice datang. Mereka sempat salah alamat karena Nina, anak tertua mereka salah memberikan informasi. Keluarga besar yang diundang akhirnya sudah sampai semua.

Setelah semua orang bergantian mengambil makanan dan minuman, lalu menyantapnya dengan lahap. Terlihat beberapa makanan masih tersisa cukup banyak. Kakek Aksara kemudian menelpon 2 orang pekerjanya untuk datang bergabung berbuka puasa bersama. Tak lupa keluarga mereka juga turut diundang.

Setelah proses berbuka puasa usai dan anak-anak mulai tidak sabar di tempat duduk mereka. Akhirnya mereka pun berlarian ke sana kemari dan tertawa. Aksara pun terlihat begitu senang. Ia berkali-kali tertawa dan jahil ke beberapa saudaranya. Memang banyak sekali saudara Aksara yang masih anak-anak dan usianya terpaut tidak terlalu jauh.

Mereka juga menyempatkan untuk berfoto bersama, meskipun fotonya terlihat kabur dan tidak fokus. Tapi mereka tampak menikmatinya. Inilah momen yang bagi saya begitu berharga dan berkesan. Di mana anak-anak menghabiskan waktu mereka untuk bermain dengan lepas bersama saudaranya. Mereka makan ice cream bersama, saling berbagi makanan, dan saling melempar senyuman. Sebuah kenangan yang sengaja saya simpan dalam tulisan ini, agar bisa dibaca kembali ketika mereka sudah beranjak dewasa. Semoga kalian sehat selalu!

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s